JAKARTA — Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Akhmaloka, Ph.D menyatakan bahwa ITB tengah bersiap untuk mensosialisasikan penerimaan mahasiswa melalui jalur undangan. Penerimaan dengan jalur undangan itu merupakan ganti seleksi mandiri yang dilarang Kemendiknas karena hanya bisa dilakukan setelah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Menurut Ahmaloka, pengumuman mengenai penerimaan mahasiswa jalur undangan tersebut akan dimulai pada akhir minggu ini, “Mengenai jadwal pastinya, nanti akan diumumkan. Tetapi dapat dipastikan bahwa pengumuman itu mungkin akan keluar pada akhir minggu ini,” ungkap Akhmaloka ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Jakarta, Kamis (20/1).
Akhmaloka mengatakan, sesuai kesepakatan dengan Kementrian Pendidikan Nasional ITB pada tahun ini akan menghapus penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri. “Ini sudah keputusan kami (ITB), yakni kami tidak akan menggunakan jalur mandiri. 100 persen melalui jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” terangnya.
informasi seputar snmptn 2015,info snmptn 2015, prediksi snmptn, soal soal snmptn, pengumuman snmptn, pendaftaran snmpnt, hasil snmptn 2015, jadwal snmptn
Selasa, 25 Januari 2011
UGM Menutup Jalur Mandiri
KOMPAS.com — Universitas Gadjah Mada menjawab isu komersialisasi kampus dengan menutup seleksi mahasiswa baru jalur mandiri. Mulai Juni 2011, UGM akan menerapkan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri 100 persen. Caranya, dengan ujian tulis dan jalur undangan SNMPTN.
Ini tentu kabar baik bagi calon mahasiswa karena kesempatan masuk perguruan tinggi dengan biaya murah semakin besar. Kebijakan itu merespons Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah. Isi pasal 3 peraturan menteri itu berbunyi, ”Perguruan tinggi dalam penjaringan penerimaan mahasiswa baru wajib menerima paling sedikit 60% mahasiswa baru pada setiap program studi melalui pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional”.
Perubahan pola penerimaan mahasiswa baru ini diharapkan tak mengubah kualitas calon mahasiswa baru UGM. Pihak universitas tetap ingin menyaring bibit-bibit terbaik untuk mengikuti aktivitas perkuliahan yang diselenggarakan. Oleh karena itu, UGM melibatkan timnya dalam pembuatan soal ujian SNMPTN.
Ini tentu kabar baik bagi calon mahasiswa karena kesempatan masuk perguruan tinggi dengan biaya murah semakin besar. Kebijakan itu merespons Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan oleh Pemerintah. Isi pasal 3 peraturan menteri itu berbunyi, ”Perguruan tinggi dalam penjaringan penerimaan mahasiswa baru wajib menerima paling sedikit 60% mahasiswa baru pada setiap program studi melalui pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional”.
Perubahan pola penerimaan mahasiswa baru ini diharapkan tak mengubah kualitas calon mahasiswa baru UGM. Pihak universitas tetap ingin menyaring bibit-bibit terbaik untuk mengikuti aktivitas perkuliahan yang diselenggarakan. Oleh karena itu, UGM melibatkan timnya dalam pembuatan soal ujian SNMPTN.
Langganan:
Postingan (Atom)